Tarjamatul quran adalah proses pembelajaran di Pesantren Cahaya Islam dalam menguasai al Quran. Mengingat al Quran bukan bahasa ibu umumnya rakyat Indonesia, maka salah satu cara untuk memahaminya adalah dengan menterjemahkan al Quran. Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana santri Cahaya Islam sesering mungkin dapat berinteraksi dengan al Quran.

Kegiatan ini memberikan peluang kepada santri untuk mendapatkan sentuhan al Quran setiap  pagi dalam bentuk pemahaman melalui terjemahan. Santri diharapkan mampu menterjemahkan al Quran satu juz dalam satu tahun. Hal ini berarti, dalam tiga  tahun santri mampu menterjemahkan 3 juz. Hal ini selaras dengan tahsin, tarjim dan tahfiz yang dilaksanakan juga di Pesantren Cahaya Islam.

Tarjamatul quran dilakukan ba’da shubuh hingga pukul 05.45 WIB. eluruh santri kelas VII menerjemahkan al Quran juz 30, santi kelas VIII menerjemahklan al Quran juz 29, sedangkan santri kelas IX menerjemahkan al Quran juz 28. Para santri maksimal menterjemahkan dua baris ayat al Quran. Dimulai dari surat paling akhir (An-Naas), ustad/ustazah membacakan al Quran perkata serta mengartikan perkata kemudian santri mengikuti sehingga seluruh santri bisa mengartikan sendiri perkata dari ayat alqur’an yang dibaca. Dalam seminggu menyelesaikan satu halaman Alqur’an standar madinah yang berjumlah 15 baris. Setelah penterjemahan sudah mencapai 1 halaman, maka akan diadakan evaluasi tarjamatul quran.