Menunggang kuda bukan hanya sebagai kesenangan. Ada seni tersendiri dalam hal ini. Seekor kuda yang keras, lincah, dan bernafsu sebenarnya mudah dikendalikan asalkan si pengunggang kuda memosisikan dirinya. Kuda tidak suka dikasari, tetapi lebih suka disayangi. Bila kita ingin kuda bergerak ke depan, janganlah memukul badannya dari belakang. Bisa-bisa Anda akan menerima tendangan maut dari kedua kakinya. Sebaliknya, kuda akan melakukan apapun yang diperintah si penunggang bila disayangi, dengan cara dibelai rambutnya dan dituntun. Begitulah kuda. Jinak tetapi juga bisa ganas.

Menunggang kuda sama halnya dengan memimpin. Harus tegas, bijak, dan tidak buta arah. Sama seperti kuda yang tidak mau dibohongi, ingin disayangi, dan harus diberi contoh agar melaksanakan perintah-perintah yang diberikan, manusia pun demikian.

Kegiatan berkuda dilaksanakan satu kali dalam sebulan yaitu pada minggu keempat. Dimulai pada pagi hari setelah sarapan pagi sampai  ba’da dhuhur. Namun selama pandemi, kegiatan lapangan ini tidak dapat dilaksanakan.