Shalat Istiysqa adalah shalat yang dilakukan untuk meminta diturunkannya hujan. Shalat ini dilakukan bila terjadi kemarau yang panjang atau karena dibutuhkannya hujan untuk keperluan/hajat tertentu. seperti terjadinya asap tebal akibat kebakaran hutan yang luas dan diperlukan turunya hujan agar asap berkurang. Shalat istisqa dilakukan secara berjamaah dipimpin oleh seorang imam.

Tiga hari sebelum salat Istisqa dilaksanakan; terlebih dahulu seorang pemimpin seperti ulama, aparat pemerintah atau lainnya menyerukan kepada masyarakat agar berpuasa dan bertaubat meninggalkan segala bentuk kemaksiatan serta kembali beribadah, menghentikan perbuatan yang zalim dan mengusahakan perdamaian bila terdapat konflik.

Pada hari pelaksanaan, seluruh penduduk diperintahkan untuk berkumpul (bahkan membawa binatang ternak) di tempat yang telah dipersiapkan untuk shalat istisqa (tanah lapang). Penduduk sebaiknya memakai pakaian yang sederhana, tidak berhias dan tidak pula memakai wewangian. Salat istisqa’ dilaksanakan dalam dua rakaat seperti shalat ied di hari raya, kemudian setelah itu diikuti oleh khutbah dua kali oleh seorang khatib.